JAKARTA, (PRLM).- Pembuatan film "Sang Pecerah" membutuhkan biaya yang lumayan besar. Sutradara film tersebut, Hanung Bramantyo memperkirakan dana yang bakal tersedot bisa mencapai Rp 12 miliar. Biara yang terbesar mungkin untuk membuat setting yang menggambarkan Kota Yogyakarta pada zama Achmad Dahlan, sekitar tahun 1900.
"Untuk mendukung pembuatan film tersebut, memang dibutuhkan setting Kota Yogyakarta di masa perjuangan Achmad Dahlan. Biar sesuai dengan alur cerita dan keadaan sebenarnya. Mau tidak mau, biaya yang dibutuhkan pun cukup besar. Dibandingkan dengan film lainnya, film 'Sang Pencera' menelan biaya yang paling tinggi," kata suami artis Zaskia Adya Mecca ini.
Menurut Hanung, selain membutuhkan studio yang cukup besar, pihaknya juga mencari kampung-kampung di Yogyakarta untuk pengambilan gambar. Bahkan, suasana kampung yang ditemukan pun bakal diubah lagi. Semuanya diubah, kalaupun sudah ditemukan rumah yang tua, akan dijadikan lebih tua lagi. "Selain itu, biaya besar juga dibutuhkan untuk kostum pemain. Misalnya, pakaian batik yang dikenakan pemain, mesti sesuai dengan batik pada tahun 1900. Ditambah lagi, pembuatan properti, semuanya harus disesuaikan dengan masa itu," ujarnya. (Mun/A-147)***
Minggu, 19 September 2010
Langganan:
Postingan (Atom)
